SATURUANG.COM, BANDUNG - Perhutani KPH Bandung Selatan terus meningkatkan kualitas kemitraan baik yang dilakukan dengan masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) maupun swasta.
Kualitas kemitraan dilakukan melalui kepastian komposisi mitra yang bekerja sama, objek yang dikerjasamakan serta perluasan sharing sekaligus penguatan administratif dengan pemerintahan desa sekitar hutan.
" Ini transformasi kemitraan,bobot kualitasnya kita terus tingkatkan. keanggotaan lebih jelas, ada unsur desa untuk rekomendasi mitra, pemetaan objek lahan yang dikerjasamakan jadi semua presisi, " kata KSS Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH Bandung Selatan Ujang Halimudin, di Bandung, Rabu (17/6/2026).
Kemitraan sendiri terbagi kedalam dua tipe, yaitu Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) dan Kemitraan Kehutanan Perhutani Produktif (KKPP).
Disebutkan Ujang, dari sisi jumlah kemitraan terus berproses. Di wilayah Perhutani KPH Bandung Selatan terdapat 108 LMDH.
" Saat ini ada 23 mitra yang sudah tanda tangan KKP baik bidang wisata maupun agroforestri. Ada satu yang sudah tanda tangan KKPP yaitu LMDH Kanaan Hijau bergerak di wisata, " ujarnya.
Disamping kemitraan sektor Pemanfaatan Jasa lingkungan atau wisata, agroforestri memiliki berbagai varian komoditi yang dikembangkan diantaranya kopi yang paling dominan, teh, padi, pisang, cabe hijau dan lainnya.
Hal lain yang cukup penting tipe kemitraan mengedepankan analisa bisnis. Hal ini untuk memastikan kemitraan bisnis baik dengan LMDH, Badan Usaha Swasta, Perorangan memiliki orientasi ekonomi yang kuat.
" Ini semua bukan tanpa alasan Perhutani Bandung Selatan ingin kemitraan ini memiliki basis ekonomi yang kokoh. Ujungnya tercipta entitas bisnis yang kuat,jelas dan hasilnya kongkrit, " pungkasnya.(***)

0 Komentar