Kegiatan tersebut diikuti seluruh jajaran pengurus DPW dan DPD Partai Gelora dari 10 kabupaten/kota di Bengkulu. Agenda itu menjadi bagian dari program nasional DPP Partai Gelora dalam memperkuat ideologi, kepemimpinan, dan kapasitas organisasi kader di seluruh Indonesia.
Ketua Koordinator Bidang Kaderisasi DPP Partai Gelora Indonesia, Ahmad Zainuddin, menegaskan bahwa ideologi merupakan fondasi utama perjuangan partai dalam membangun kekuatan organisasi.
Menurutnya, program ideologisasi telah berjalan secara bertahap sejak tahun lalu, dimulai dari pengurus pusat hingga kini menyasar seluruh wilayah di Indonesia.
“Ini program ideologisasi dasar yang sudah kami jalankan sejak tahun lalu. Dimulai dari pengurus DPP, lalu berlanjut ke seluruh DPW dan DPD di Indonesia. Insyaallah selesai seluruh Indonesia pada Juni nanti,” ujar Ahmad Zainuddin.
Ia menilai penguatan ideologi menjadi kebutuhan penting di tengah kondisi global dan nasional yang semakin penuh tantangan. Menurutnya, ideologi menjadi “roh perjuangan” yang menjaga semangat dan arah gerak kader partai.
“Partai Gelora meyakini ideologi adalah dasar perjuangan, roh yang membuat seluruh kader mampu bekerja dengan kekuatan penuh,” katanya.
Selain pembekalan ideologi dasar, kegiatan tersebut juga diisi penguatan kapasitas kepemimpinan, social engineering, hingga pengelolaan organisasi modern sebagai upaya mempersiapkan kader menghadapi dinamika politik ke depan.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Bengkulu, Dedi Haryono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader hingga tingkat daerah.
Menurut Dedi, seluruh peserta dari 10 kabupaten/kota hadir lengkap dalam agenda tersebut. Ia juga mengapresiasi kehadiran langsung lima pimpinan utama DPP Partai Gelora yang turun memberikan materi kepada kader di Bengkulu.
Kelima tokoh DPP yang hadir yakni Rofi’ Munawar, Ahmad Zainuddin, Ahmad Paradis, Achmad Zairofi, dan Muhammad Syahfan Badri.
“Nah ini luar biasa, lima ideolog partai hadir langsung di Bengkulu. Ini menunjukkan keseriusan DPP dalam memperkuat kader dan struktur partai di daerah,” ungkap Dedi.
Dalam pemaparannya, Ahmad Zainuddin juga menyoroti berbagai tantangan global seperti persoalan ekonomi dunia, konflik geopolitik, hingga tantangan pembangunan nasional. Menurutnya, Partai Gelora sejak awal telah memprediksi dinamika tersebut melalui manifesto partai yang disusun sejak 2019.
Meski kondisi nasional dinilai penuh tantangan, ia optimistis Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan baru dunia melalui pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang maksimal.
“Pemerintah harus terus melakukan evaluasi, mendengar masukan masyarakat, dan menjadikannya bahan introspeksi agar Target-target besar bangsa bisa tercapai,” pungkasnya. **

0 Komentar